Anggota Kelompok: 
- Zigit Maha Putra (116120086)
- Rifkiansyah Abdila (116120093)
- Mochamad Hafiz Kurniawan (116120101)

Bahan-bahan Percobaan:
1. Air putih
2. Larutan Parfum
3. Paku payung
4. Baterai kotak
5. Gelas plastik bening

Langkah-langkah percobaan:
Percobaan 1:
1. Tancapkan 2 buah paku payung ke gelas bening (harus pas dengan ujung2 baterai tersebut)
2. Tuangkan larutan parfum kedalam gelas.
3. Tempelkan baterai ke paku yang sudah ditancapkan kedalam gelas.
4. Tunggu beberapa saat
5. Setelah beberapa saat lihatlah apakah pada paku payung tersebut mengeluarkan gelembung2

Percobaan 2:
Ulangi langkah-langkah pada percobaan pertama namun larutan parfum diganti dengan air putih.

Hasil percobaan:
- Pada gelas yang berisi larutan parfum, paku payung tidak mengeluarkan gelembung.
- Pada gelas yang berisi air putih, paku payung mengeluarkan gelembung.

Kesimpulan:
Dari hasil percobaan di atas dapat diketahui bahwa larutan parfum merupakan larutan non-elektrolit, sedangkan air putih merupakan larutan elektolit.

Penjelasan:
Larutan parfum merupakan larutan non elektrolit karena larutan parfum mengandung senyawa ethanol. Saat dialiri arus listrik yang berasal dari baterai, senyawa etahnol tidak terurai sehingga listrik tidak dapat mengalir. Sedangkan pada air putih, saat dialiri arus listrik senyawa pada air putih terurai menjadi molekul-molekul H2 dan O2 sehingga listrik dapat mengalir.

Berpikir Kritis

Posted by Unknown Tuesday, 26 February 2013 0 comments

Belajar Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah kemampuan dalam membuat penilaian terhadap satu atau lebih pernyataan dan membuat keputusan yang objektif berdasarkan pada pertimbangan dan fakta yang mendukung.  Berpikir kritis merupakan hal penting dan mendasar untuk semua ilmu pengetahuan, termasuk psikologi. Dengan berpikir kritis, kita dapat membedakan psikologi yang sebenarnya (ilmiah) dari ulasan masalah psikologi tetapi tidak ilmiah. Berikut, delapan panduan dalam berpikir kritis:
  1. Mengajukan pertanyaan
Berdasarkan hasil observasi Vincent Ruggiero (1988) bahwa mekanisme pemicu untuk berpikir kreatif adalah kecenderungan untuk ingin tahu, menyelidiki, dan untuk bertanya.
  1. Mendefinisikan istilah
Setelah mengajukan pertanyaan umum, langkah berikutnya adalah merumuskannya ke dalam istilah yang jelas dan konkret. Sebagai contoh, “apakah hewan bisa menggunakan bahasa?” Jawabannya tergantung dengan definisi kamu mengenai “bahasa” itu sendiri.
  1. Menilai fakta
Mengambil sebuah keputusan tanpa disertai fakta merupakan sebuah contoh kemalasan berpikir. Seorang pemikir kritis akan bertanya mengenai fakta yang mendukung atau menyangkal sebuah argumen.
  1. Menganalisis berbagai asumsi dan bias
Asumsi adalah keyakinan yang diterima begitu saja tanpa dipertanyakan kembali. Nah, para pemikir kritis akan mencoba mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi-asumsi yang sudah tidak diperdebatkan dimana asumsi tersebuh menjadi dasar sebuah argumen dan menghindari terjadinya bias
  1. Menghindari penalaran yang emosional
Komitmen yang kuat terhadap suatu pandangan dapat memotivasi seseorang untuk berpikir secara berani. Tetapi, jika firasat kita selalu didasarkan pada perasaan da mengabaikan pemikiran yang jernih, akibatnya bisa fatal
  1. Jangan terlalu menyederhanakan masalah
Seorang pemikir kritis berusaha meninjau lebih jauh melampaui hal-hal yang sudah nyata atau jelas. Mereka menolak untuk melakukan generalisasi yang terlalu cepat
  1. Mempertimbangkan berbagai interpretasi lain
Seorang pemikir kritis secara kreatif menghasilkan sebanyak mungkin penjelasan yang masuk akal sebelum menentukan sebuah kesimpulan
  1. Mentolerir ketidakpastian
Belajar berpikir kritis mengajarkan kepada kita suatu pelajaran hidup, yaitu: dimana hidup berdampingan dengan sebuah ketidakpastian

Apa itu Argumen?
Argumen adalah alat yang digunakan untuk berpikir kritis. Pemahaman terhadap argumen sangat penting kalau mau jadi orang yang kritis. Namun tidak semua yang kelihatan seperti argumen. Argumen dan bentuk non argumen tertentu sulit dibedakan dari argumen karena kelihatan seperti penjelasan.
 
Argumen adalah serangkaian proposisi (atau dalam kehidupan sehari-hari bisa disamakan dengan pernyataan) yang terdiri dari premis dan kesimpulan. Premis adalah alasan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan.

Contoh argumen:
1. Semua mahasiswa yang berpikir kritis adalah mahasiwa yang baik
2. Ma Kolo adalah mahasiswa yang berpikir kritis
3. Karena itu Ma Kolo adalah mahasiswa yang baik
Proposisi nomor 1 dan 2 adalah premis karena mendukung proposisi nomor 3. Kalau proposisi 1 dan 2 benar maka proposisi nomor 3 pasti benar. Perhatikan bahwa dalam argumen di atas ada yang disebut kata indikator kesimpulan. Kalau kata tersebut ada dalam satu kalimat maka kalimat adalah kesimpulan. Dalam contoh di atas kata “karena itu” adalah kesimpulan. Kata lain yang juga bisa digunakan adalah “karena”

Contoh di atas dapat direformulasi menjadi:
Ma Kolo adalah mahasiswa yang baik karena semua mahasiswa yang yang berpikir kritis adalah mahasiswa yang baik dan Ma Kolo berpikir kritis.

Penjelasan
Penjelasan adalah sekelompok proposisi yang menerangkan suatu fakta, dengan keterangan itu dapat disimpulkan secara logis sehingga problematik atau keraguan yang menyelubungi fakta itu dapat dihilangkan.
Contoh penjelasan adalah:
SBY menjadi presiden karena mendapat mayoritas suara dalam pemilu presiden dan mereka yang mendapat mayoritas suara dalam pemilu presiden menjadi presiden.
Kalau diuraikan maka akan menjadi sepereti berikut
1. Semua yang mendapat mayoritas suara dalam Pemilu Presiden menjadi presiden
2. SBY mendapat mayoritas suara dalam pemilu Presiden
3. Karena itu SBY menjadi presiden.
Komposisi di atas kelihatan seperti argumen proposisi 1 dan 2 adalah premis dan proposisi 3 adalah kesimpulan. Tetapi itu bukan argumen sama sekali. Dalam sebuah argumen, kesimpulan belum tentu disetujui semua orang yang terlibat dalam diskusi. Sedangkan dalam penjelasan, kesimpulan disetujui oleh semua yang terlibat dalam pembicaraan. Dalam contoh di atas semua orang mengakui bahwa SBY presiden. Entah mereka setuju atau tidak atau entah mereka menganggap kemenangan itu syah atau tidak, faktanya adalah SBY merupakan presiden

Pendahuluan KPST

Posted by Unknown Monday, 18 February 2013 0 comments

KPST?
KPST merupakan singkatan dari Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi. KPST merupakan salah satu mata kuliah yang ada di kampus IT TELKOM Bandung. 

Apakah tujuan dari belajar KPST?
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi terbentuk dan berkembang dalam peradaban manusia. Prinsip, metodologi dan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan sains dan teknologi diharapkan dapat diketahui dan dipahami agar dapat memahami selain kuliah-kuliah di tingkat lanjut secara lebih baik, kritis dan komprehensif tapi juga dapat digunakan dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks dan rumit. Selain itu kuliah ini diharapkan memberikan kemampuan berfikir secara kritis dan kreatif kepada mahasiswa agar dapat memahami permasalahan dalam bidang teknologi dan menghasilkan solusi yang baik dan tepat.

Apa saja yang dipelajari dari belajar KPST?
Hal-hal yang dipelajari dalam mata kuliah KPST adalah sebagai berikut: 
  1.  Berfikir kritis: Aspek filosofi, logika induktif dan deduktif, penyusunan argumen.
  2.  Metoda dan berfikir ilmiah: Latar belakang pengembangan metoda ilmiah, metoda ilmiah, observasi,    eksperimen, penalaran atas observasi dan eksperimen, hipotesis, prinsip-prinsip dalam pemikiran ilmiah, masalah demarkasi untuk membedakan hal yang saintifik dan bukan saintifik. 
  3. Perkembangan sains: Tinjauan historis akan perkembangan sains, contohcontoh perkembangan sains,arah pekembangan pada masa depan.
  4. Konsep teknologi: Definisi teknologi sebagai hardware, rule dan syste, sistem dan teori sistem, evolusi teknologi.
  5. Masalah etika dalam teknologi.
  6. Perkembangan beberapa teknologi masa kini dan teknologi masa depan.

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) - dahulunya bernama STT Telkom - merupakan institusi pertama di Indonesia yang mengkhususkan program studinya pada bidang "Information and Communications Technologies” (ICT). IT Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang ICT, yang terampil dan berwawasan bisnis, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri ICT yang begitu pesat.

Rata-rata pertumbuhan sektor bisnis telekomunikasi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 20% tiap tahunnya. Pertumbuhan ini meliputi bisnis layanan komunikasi berbasis seluler, telepon tetap, internet, dan akses pita lebar. Dengan jumlah pertumbuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan tenaga Infokom pada tahun 2010 di Indonesia adalah sebanyak 320.000 orang.
Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk IT Telkom. Namun jumlah lulusan dari perguruan-perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait dengan bidang infokom tersebut, baru sekitar 20.000 orang per tahun.

IT Telkom mencanangkan di tahun 2017 nanti akan menjadi perguruan tinggi berkelas internasional yang unggul di bidang Infokom dan menjadi agen perubahan dalam membentuk insan cerdas dan kompetitif.


Visi, Misi, Tujuan, dan Sistem Nilai IT Telkom
V i s i
Menjadi Perguruan Tinggi Internasional yang Unggul di Bidang Infokom dan Agen Perubahan dalam Pembentukan Insan Cerdas dan Kompetitif, serta berperan dalam Pembentukan Masyarakat yang Sejahtera.

M i s i
Menyelenggarakan pendidikan bertaraf international untuk mengembangkan sumber daya profesional di bidang infokom.
Menyelenggarakan penelitian bertaraf international untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi di bidang infokom.
Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat dan secara aktif membangun sinergi dengan industri / institusi dalam dan luar negeri.

T u j u a n
Meningkatkan daya saing institusi untuk melayani industri dan masyarakat Infokom.
Menghasilkan lulusan yang kompeten, mampu bekerja, mengembangkan diri dan berwirausaha di bidang Infokom.
Menghasilkan karya dan cipta yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta tantangan perubahan yang cepat di bidang Infokom baik secara nasional maupun international

Sistem Nilai
Berwawasan global dan masa depan.
Menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas.
Orientasi pada Stakeholder.
Fokus pada kualitas.
Kreatif dan inovatif.
Jujur dan berakhlaq mulia.

Strategi IT Telkom dalam 4 (Empat) Tahun ke Depan
1. Membangun Infrastruktur dan Kawasan yang Nyaman dan Kondusif
Dengan infrastruktur yang nyaman dan kondusif, proses belajar mengajar dan budaya riset akan tumbuh dengan cepat dan harmonis. Atmosfir akademik yang diperlukan untuk menjadi perguruan tinggi besar akan tumbuh dengan baik.

2. Membangun Komunitas dan Peningkatan Kesempatan Belajar di IT Telkom
Melalui Seleksi penerimaan calon mahasiswa yang fleksibel dan inovatif, pengembangan program studi, serta pengembangan program training dan workshop untuk masyarakat yang relevan dengan kompetensi fakultas.

3. Memberikan Value yang Tinggi Pada Proses Belajar Mengajar
Proses belajar mengajar yang dilaksanakan harus memberikan Value yang tinggi kepada Dosen, Mahasiswa, dan Penyelenggara (Prodi, BAA, Keuangan, dll.). Setiap orang dan unit yang terlibat secara aktif maupun pasif pada proses belajar mengajar hendaknya memberikan dan mendapatkan manfaat dan pengalaman yang berharga.

4. Pengembangan Budaya Riset
Menggairahkan budaya riset & inovasi di kalangan Dosen, pegawai, dan mahasiswa. Riset dapat bertujuan untuk pengembangan keilmuan, solving problem dip roses belajar mengajar maupun tata kelola, termasuk pengembangan kolaborasi riset antar fakultas dan dengan perguruan tinggi atau instansi lain, baik di dalam maupun di luar negeri.

5. Pengembangan Entrepreneurship
Pengembangan kewirausahaan yang berbasis teknologi (ICT pada khususnya). Penyebar luasan kepada seluruh civitas academica nilai-nilai dan semangat kewirausahaan seperti : kerja keras, inovasi & kreativitas, kemandirian, ketulusan, keberanian risk taker, disiplin dan peduli.

6. Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Melalui Implementasi Tata Kelola Sesuai Prinsip Good University Governance
Sistem Penjaminan Mutu (Quality Assurance System) merupakan alat dan pendekatan yang efektif untuk mempertahankan kelangsungan hidup institusi. Penerapan Penjaminan Mutu akan makin efektif dan integral dengan dilaksanakan prinsip-prinsip Good University Governance, yang meliputi : Credible Leadership,  Transparancy, Accountability, Responsibility, dan Fairness

7. Memberikan Value Kepada Dosen dan Pegawai
Dosen dan Pegawai (Tenaga Penunjang Akademik) merupakan unsure utama dalam perencanaan dan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Oleh karena itu diharapkan Dosen dan Pegawai terus menerus meningkatkan diri dan mengembangkan diri agar mempunyai kompetensi yang memadai untuk menjadi Sumber Daya yang kompeten dan mempunyai talenta yang luar biasa. Diharapkan dengan Kualitas Dosen dan Pegawai seperti ini, Institut Teknologi Telkom akan mampu menjadi perguruan tinggi yang ungul dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yang berkualitas dan menghasilkan Lulusan yang handal dan berkualitas.

8. Peningkatan Kapasitas Finansial
Kapasitas Finansial yang terus tumbuh dan berkembang merupakan syarat untuk tumbuhnya institusi dengan baik
Empowering Fakultas dan Sisfo Sebagai Agen Perubahan Kemajuan IT Telkom

Sistem Pembelajaran di IT Telkom
Program pendidikan di IT Telkom dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu terjun dan cepat beradaptasi di sektor industri ICT, karena sejak awal IT Telkom telah menerapkan pola Link and Match. Pola tersebut diwujudkan dalam sistem Belajar Intensif (tatap muka, responsi & praktikum) yang dipadukan dengan kerja lapangan dalam bentuk program Geladi dan Magang (Co-op).

sumber : http://www.ittelkom.ac.id/




Follow By Email Follow Us On Skype Follow Us On Facebook Follow Us On twitter

Chat Box